Spathodea Campanulata [Part 4]

Part 4


Tugas kami sudah selesai. Saat ini sudah pukul 4 sore. Za sudah siap-siap untuk pulang ke rumah. Kami menuruni tangga. Seperti biasa rumahku terlihat sepi. Kami menuju luar.Kami terus membicarakan tugas kami saat Za sedang mengikat tali sepatunya. Tiba-tiba ada suara dari luar yang sepertinya memanggilku. Aku melongok-longokkan kepalaku karena orang itu tidak terlihat. Tapi Za melihatnya dan dia terlihat kaget. Siapa yang orang itu?

Aku berusaha untuk tidak memerdulikan reaksi Za dan berjalan menuju keluar. Ternyata orang itu adalah Al! Beribu pertanyaan menghampiri benakku. Kenapa Za terlihat begitu kaget? Dia tidak mengenal Al bukan? Apa maksud dari reaksi Za itu? Aku terlamun.

"El! El! Ada apa dengan mu?" tanya Al

Eh, eh tidak apa-apa." kataku kaget.

"Kau sedang apa? Ayo kita latihan!" tanya Al dengan ceria.

"Aku baru saja menyelesaikan tugasku. Hah? Latihan apa?" jawabku dengan bingung.

"Tentu saja berlatih basket. Kau sudah merasa hebat ya? Hahaha" kata Al sambil meledekku.

"Hemm..Okey! Wait a minute Al" kataku membalikkan badan dan tersontak melihat wajah pucat Za.

"Za...? Kamu kenapa?" aku bingung.

"Al....ex? Apa... ya..yang kau la..kukan di...disini?" kata Za terbata-bata.

"Kalian sudah saling kenal? Aku tidak tahu kalau Za mengenalmu Al." kataku sambil melihat keaarah Al

Al sempat terlihat kaget melihat Za, lalu dia berkata, "Ya, kami...kami sudah lama saling kenal"

"Wow! Itu hebat, dua sahabatku bahkan sudah saling kenal. Dunia memang sempit ya" kataku sambil melihat mereka berdua.

Za menunduk. Terdengar isakan dari dirinya. "Za, Za? Kau menangis? Ada apa?"

"Menangis? Tidak. El, maaf sepertinya aku harus pulang. Sekarang sudah semakin sore, orang tua ku pasti khawatir." katanya sambil berjalan pergi. Aku tahu ia menangis, ya aku tahu. Tapi aku tak tahu mengapa ia menangis.

"El, kurasa latihan kita sore ini harus di tunda. Aku lupa ada tugas yang belum kukerjakan. Bye!" kata Al menghamburkan lamunanku. Dia langsung berlari menjauh, Ada apa dengan kedua orang itu? Tadi mereka baik-baik saja. Apa yang salah?

****

"Zaaaaa, ke kantin saja yuk! Kau terlihat lemas hari ini. Aku belikan kau makan deh!" kataku sambil membujuk Za.

"Tidak aku mau disini saja El. Thanks" kata Za lagi-lagi menolak.

"Kamu kenapa sih? Hari ini kau sangat diam. Ada apa?" tanyaku khawatir. Za tidak biasanya begini. Ia pasti meloncat kegirangan bila ku traktir makan. Badannya tidak panas, bahkan ia tidak terlihat pucat. Tapi ada sesuatu yang aneh dimatanya. Entah mengapa tatapannya terlihat kosong hari ini.

"Aku mau disini" katanya singkat.

"Tidak! Pokoknya kamu harus ikut aku sekarang!" kataku sambil berusaha menarik tangannya. Awalnya, tangan Za sempat menolak ajakanku, tapi akhirnya ia mengalah.

Aku berjalan melewati lorong kelas. Aku tidak menariknya menuju kantin. Aku menariknya ke ruang musik. Ya, ruang musik dimana piano berada. Ya kurasa aku butuh piano sekarang. Kamui akhirnya sampai. Aku langsung menariknya kesudut ruangan, tentunya kearah piano. Aku duduk di kursi piano bersama Za, membuka tutup piano tersebut. Aku mulai memainkan tuts-tuts piano itu.

"Apa yang kita lalukan disini?" tanya Za.

"Just watch and listen" kataku padanya.

Setelah intro selesai, aku pun mulai bernyanyi

Oh, why you look so sad?
Tears are in your eyes
Come on and come to me now
Don't be ashamed to cry
Let me see you trough
'cause I've seen the dark side too
When the night falls on you
You don't know what to do
Nothing you confess
Could make me love you less
I'll stand by you
I'll stand by you
Won't let no body heart you
I'll stand by you
So if you're mad, get mad
Don't hold it all inside
Come on and talk to me now
Hey, why you got to hide?
I get angry too
Well, I'm a lot like you
When you're standing at the crossroads
And don't know which path to choose
Let me come along
'cause even if you're wrong
I'll stand by you
I'll stand by you
Won't let nobody hurt you
I'll stand by you
Take me in, into you darkest hour
And I'll never desert you
I'll stand by you
And when...
When the night falls on you, baby
You're feeling all alone
You won't be on your own
I'll stand by you
I'll stand by you
Won't let nobody hurt you
I'll stand by you
Take me in, into you darkest hour
And I'll never desert you
I'll stand by you
I'll stand by you
Won't let no body hurt you
I'll stand by you
Won't let no body hurt you
I'll stand by you

Terdengar isakan yang cukup menyesakkan dadaku. Za menangis. Aku bingung harus melakukan apa, akhirnya aku memeluknya dan tangisannya mulai mereda.

"El.....I'm sorry. I still....can't tell..tell you about it" kata Za masih terisak.

"It's okay Za. Aku akan mencoba mengerti" kataku sambil tersenyum pada Za

"Thanks El. Thank you so much. I love your song and your vioce too." kata Za balik tersenyum.

"My pleasure Za. Ayo kembali ke kelas" kataku sambil berdiri menarik tangan Za.

"Aku ingin bolos El. Sekali ini saja. Kamu mau nemenin aku disini?" kata Za tersenyum jahil.

"Tentu saja" kata ku kembali duduk di kursi piano dan memainkan tuts piano seperti tadi. Lagu I'll Stand by you yang dinyayikan oleh The Pretenders pun mengalun di ruang musik siang itu.

****

Huuuhhh! Lagi-lagi Al berhasil memasukkan bola ke dalam ring. Aku sudah lelah, aku hanya bisa memperhatikan Al yang sedang mencoba three point dan bola masuk dengan tepat, aku bertepuk tangan dengan lemas dan duduk ditengah lapangan. 
"Capeekk. Ayolah Al kita istirahat dulu. C'mon!" kataku pada Al.

"Dasar payah!" kata Al sambil duduk di sebelahku.

"Eh iya Al. Hari ini Za sudah kembali ceria. Aku senang melihat dirinya yang dulu kembali" kataku sambil tersenyum menatap langit senja.

"Oh, baguslah" kata Al dengan singkat sambil berdiri dan mulai mendrible bola. "Ayo kita mulai latihan lagi!" kata Al tersenyum.

"Baiklah" kataku sambil menghela nafas. Aku langsung mengerjar Al. Berusaha mengambil bola darinya namun tiba-tiba kakiku di injak oleh Al dan aku kehilangan keseimbangan. Aku tak tahu apa yang terjadinya.  Tubuhku terjatuh, tapi aku tidak merasa sakit sama sekali. Aku baru menyadari apa yang terjadi setelah aku membuka mataku. Terlihat wajah Al yang membuat ku malu sekaligus merasa nyaman. Aku tidak tahu kenapa tapi aku....aku...kurasa aku menyukainya. Ya, aku menyukai Al.

"El? Kau baik-baik saja? Ada yang terluka?" kata-kata dari Al membuyarkan lamunanku. Dan kata-kata itu pun menyadarkanku kalau sekarang tubuh ku di topang oleh Al. Mukaku berubah drastis setelah menyadari hal itu. Aku pun langsung berdiri.

"Y..a..ya aku..aku ba..ik baik saja...Al. Mak...makasih" kataku gugup.

"Anytime for you El" kata Al kemudian. Entah mengapa, setelah aku mendengar kata-kata dari Al, mukaku terasa panas. Aku merasa...merasa malu. Aku tak tahu kenapa.

****
Di tengah kebahagian El dengan Al. Ia tidak menyadari akan ada bencana yang melanda dirinya karena Al. Ada sepasang mata yang panas memerhatikan mereka. Sepasang mata yang kini membenci El. Sepasang mata yang tidak akan pernah melihat mereka berdua lagi.

****

Aku berjalan menuju lorong sekolah dengan santai. Terkadang aku melemparkan senyumanku kepada beberapa orang yang kukenal. Aku menuju lokerku dan mengambil buku sejarah, pelajaran pertama hari ini. Ketika menutup lokerku, seperti ada mesin waktu yang berputar di otakku.

-Flashback

Seorang cowok tinggi, bermata coklat, dan berambut hitam kecoklatan. Dia menggunakan pakaian yang santai tapi sopan. Aku memperhatikannya beberapa saat sampai dia menutup lokernya dan menyadari aku sedang memandanginya. Aku kaget dan langsung menutup lokerku lalu mengajak Za kembali ke kelas. Aku dan Za berjalan melewati lorong menuju ruang lab. Tiba-tiba lelaki yang sedari tadi ku perhatikan berjalan menyenggolku dan buku biologiku terjatuh. Dia kaget dan seperti sedang terburu-buru.

"Oh sorry! Aku tidak sengaja. Aku buru-buru." katanya sambil membantuku mengambil buku

-Back

"El! El! Kau tahu Rissa kan? Dia kecelakaan!" tiba-tiba Za menepuk pundakku dan membuyarkan lamunanku. Seketika ingatan tadi hilang dengan sekejap. Aku bingung, sepertinya aku pernah mengalami itu, tapi aku tidak ingat kapan, dimana, dan siapa laki-laki itu.

"El! Kau dengar aku tidak?" kata Za lagi.

"Apa? Aku tidak dengar" kataku padanya.

"Rissa El! Rissa kecelakaan!" Za terlihat panik.

"Rissa teman sekelas kita? Kapan?"

"Iya! Rissa siapa lagi? Kemarin sore, dia kecelakaan di dekat komplek perumahanmu!" kata Za.

"Sekarang....sekarang di mana dia?" tanyaku.

"Dia masih dirumah sakit. Aku belum tahu perkembangannya. Tapi kemarin malam dia belum sadar" kata Za sambil menghela nafas. "Saraf matanya terluka.....aku tidak tahu, saat sadar nanti dia bisa melihat kita lagi atau tidak" kata Za lemas. Aku kaget, dadaku menyesak. Selama ini, aku tidak pernah mendapati temanku kecelakaan sampai separah itu.

"Ayo kita kesana Za! Aku ingin melihat keadaannya!" kataku sambil menarik tangan Za menuju rumah sakit.

****

"Apa yang kau lakukan disini? Pergi! Pergiii!" Rissa mencoba memukulku yang tidak terlihat olehnya.

"Rissa, kau kenapa? Aku hanya ingin...ingin melihat keadaanmu" kataku sedikit takut.

"Kau....kau dan Alex yang membuatku seperti ini. Aku membencimu! Pergi sana! Pergii!" kata Rissa. 

Aku kaget, apa maksudnya? Aku masih tidak mengerti. Aku menoleh ke arah Za dan menunduk melihat reaksi Za karena ucapan Rissa. Dia sangat pucat. Dengan cepat, Za langsung menarik tanganku menuju pintu dan mendorongku keluar. Aku hanya menurutinya. Aku bingung. Aku hanya bisa menangis di luar, sebuah pertanyaan besar menghantui kepalaku. Apa maksud perkataan Rissa tadi? 

****

To be Continoued!
Thanks for reading it!
Write your comment here or on my twitter, please.
My twitter? @lilaandari
Thanks :D
http://www.iconspedia.com/uploads/12789365491822702177.png

Perahu Kertas

Haaaaiiiii~
Kalian pasti tahu kan film perahu kertas? Gimana? Keren kan?
Beeehh! Gue suka banget sama film itu! Apalagi novelnya!
Pokoknya nih ya menurut gue, kalian-kalian yang suka film itu KUDU WAJIB HARUS baca novelnya jugaaaa :D

Oke, sekarang kenapa saya Lila Andari Hidayat cewek paling kece dan susah mmmmm *sensor* ini ngasih judul entri kali ini "Perahu Kertas"?
KARENA.......*jengjeenggg*
"Ya gapapa sih mau iseng aja abis gak tau mau nulis apa lagi" jawab lila dengan kece. Huahahaha maap ya ente narsis -_-v

Enakan bahas film atau novelnya ya? Film nya aja dulu kali yaa :D


Nahhh, perahu kertas itu dibagi jadi dua film, film yang pertama udah lama keluar. Bahkan mungkin udah jarang kali ada di bioskop sekarang. Nah kalo film kedua baru bakal keluar 4 oktober ini nih, gue aja pernasaran banget hihihi. Pokoknya tanggal 4 serbu bioskoooppp! Hahaha

Oke sekarang kita bahas sinopsis nya dulu!

Tokoh utama film ini adalah sepasang anak muda yang saling mencinta #eeaaa namanya Kugy yang diperankan oleh Maudy Ayunda dan Keenan yang di perankan oleh Adipati Dolken. Mereka cocok lohhh hehehe. Mereka ini ketemu di Bandung ketika mereka kuliah

Kugy punya cita-cita dia pengen jadi penulis dongeng. Oh iya Kugy juga punya kebiasaan aneh, yaitu menghanyutkan perahu kertas di aliran air. Sedangkan Keenan cowok yang jago ngelukis tapi dipaksa masuk Fakultas Ekonomi sama ayahnya.

Nah disini ceritanya Kugy, Keenan, Noni yaitu sahabat Kugy dari kecil dan Eko yang juga sahabat Kugy dan meruapakn sepupu Keenan, menjadi geng yang sangat kompak. Dari situlah, mulai tumbuh rasa cinta diantara Kugy dan Keenan. Tapi berbagai hal menghalangi mereka. Gak cuma itu loh, bahkan persahabatan Kugy dan Noni pecah ketika Kugy yang tidak ingin sakit hati tidak menghadiri acara ulang tahun Noni yang di adakan dirumah Wanda.

Keenan akhirnya memutuskan untuk pergi ke Bali, dia menetap dirumah teman lama Lena pak Wayan namanya. Beliau juga menjadi mentor Keenan dalam melukis. Karena Keenan galau, dia jadi gak bisa ngelukis, buntu. Semnagat Keenan balik lagi karena Luhde (keponakan pak Wayan) menyemangatinya. Sampai akhirnya Keenan punya pembeli pertama yang bernama Remi.

Karena Kugy ingin cepat-cepat meninggalkan Bandung,  Kugy berjuang untuk cepat lulus. Begitu lulus, kakak Kugy lah yang membantunya mencari pekerjaan dan akhirnya Karel (kakak Kugy) nyuruh dia magang di biro iklan bernama AdVocaDo milik temannya, Remi. Lama kelamaan, karena prestasi Kugy yang cemerlang tanpa ia sadari, Remi menyukainya.

Nah segitu aja ya sinopsis nya, sekarang kita liat pemain-pemainyaaaa!!!
1. Kugy-Maudy Ayunda
2. Keenan-Adipati Dolken 
 3. Remi-Reza Rahardian

4. Luhde-Elyzia Mulachela

 
    Okeedehhhh, segini aja dulu yaaa. Byee :*








http://www.iconspedia.com/uploads/12789365491822702177.png

Call Me Maybe

Haaaaaaaiiiiiiii
Lagi syeedihhh nihhh. Viewers nya anjlookk bangettt :"""""""[
Gini aja deh, sekarang gue mau nge-post lirik lagu.
Semoga pada suka lagunya terus banyak yang mampir kesini lagi yaaaaa :)
Mending sekarang kita langsung nyanyi. Yuk mareehhh~

Call Me Maybe-Carly Rae Jepsen

I threw a wish in a well,
Don't ask me, I'll never tell
I looked to you as it fell,
And now you're in my way

I'd trade my soul for a wish,
Pennies and dimes for a kiss
I wasn't looking for this,
But now you're in my way

Your stare was holdin',
Ripped jeans, skin was showin'
Hot night, wind was blowin'
Where you think you're going, baby?
 
Chorus:
Hey, I just like you,
And this is crazy,
But here's my number,
So call me, maybe?
It's hard to look right,
At you baby,
But here's my number,
So call me, maybe?
Hey, I just like you,
And this is crazy,
But here's my number,
So call me, maybe?
  And all the other boys,
Try to chase me,
But here's my number,
So call me, maybe?

You took your time with the call,
I took no time with the fall
You gave me nothing at all,
But still, you're in my way

I beg, borrow and steal
At first and it's real
I don't know I would feel it,
But it's in my way

Your stare was holdin',
Ripped jeans, skin was showin'
Hot night, wind was blowin'
Where you think you're going, baby?

*back to chorus

Before you came into my life,
I missed you so bad (2x)
I missed you so, so bad

Before you came into my life
I missed you so bad
And you should know that
I missed you so, so bad

It's hard to look right,
At you baby,
But here's my number 
So call me, maybe?

Hey, I just met you,
And this is crazy,
But here's my number,
So call me, maybe?

And all the other boys,
Try to chase me,
But here's my number,
So call me, maybe?

Before you came into my life,
I missed you so bad (2x)
I missed you so, so bad

Before you came into my life 
I missed you so bad
And you should know that

So call me maybe?

Okeeee segini aja dulu yaaa
Byee mwah :*;3



 
 


 
http://www.iconspedia.com/uploads/12789365491822702177.png

"Spathodea Campanulata" [Part 3]

 Part 3

Saat ini sudah pukul 5 sore. Aku melihat langit jingga yang indah di luar sana. Sampai mataku tertuju pada sesosok lelaki yang berdiri di depan rumahku. Dia sedang mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. Dia menggunakan kaus oblong dan celana pendek serta sepatu olahraga.Di tanggan kanannya terdapat sebuah bola baslet sedangkan di tangan kirinya terdapat botol mineral yang sudah dihabisi setengahnnya. Namun, aku baru menyadari kalau sepertinya dia orang yang pernah kulihat. Kepalanya melongok-longok seperti mencari sesuatu. Siapa dia?

Aku berjalan keluar menghampirinya. Dia belum melihatku dan masih melongokkan kepalanya ke arah rumahku. Dia tidak menyadari aku menghampirinya. Ternyata dia bertubuh tinggi dan kurus. Rambutnya hitam kecoklatan dan warna matanya coklat.....Ya! Aku pernah melihatnya. Loker nomor 14! Ya! Dia adalah lelaki yang membuatku pingsan. Aku memberanikan diri untuk berbicara dengannya.

"Apa yang kau lakukan disini? Sedang mencari sesuatu?" tanyaku padanya.


"Hey! Sejak kapan kau berada disini?" katanya kaget

"Kenapa kau tidak melihatku sama sekali? Kurasa aku berada disini sejak 5 menit yang lalu" kataku santai


"Oh ya? Aku terlalu sibuk mencari sepertinya" katanya lagi


"Apa atau siapa yang kau cari?" aku penasaran


"Aku kesini untuk mencarimu!" katanya sambil menggenggam tanganku.


Aku menyerngitkan dahiku. Seketika aku tidak sadar dia sedang menggenggam tanganku. Aku langsung menarik tanganku. Kurasa mukaku menjadi merah padam. Aku menunduk dan berusaha memberanikan diri lagi.


"Aku? Untuk apa kau...mencariku? Aku bahkan tidak umm... mengenalmu" kataku bingung.


"Aku ingin bermain ini bersamamu? Ayo!" katanya sambil menyodorkan bola basket kepadaku.


"Tidak mau. Aku lelah. Aku ingin istirahat!" kataku sambil membalikkan badanku dan berjalan kembali kerumah


"Oh, sepertinya bukan karena kau lelah. Aku tau kau payah bermain basket!" ledeknya.


"Siapa bilang? Oke! Akan ku tunjukan padamu. Ayo menuju ke sana!" kataku sambil berbalik badan lalu menunjuk taman di komplek perumahanku


"Kau berani melawanku? Oke. Tapi bagaimana kalau kita berkompetisi dari sekarang?" tanyanya dengan muka menantang.


"Apa maksudmu?" tanyaku


"Kita berlomba lari sampai taman! Bagaimana?" katanya dengan semangat


"Oke. Satu dua tiggg..." belum selesai kuhitung aku langsung berlari. 


Dia bingung dan berusaha mengejarku. Kami berlomba menuju taman yang tidak terlalu jauh. Tentu saja aku sampai duluan di taman.


"Hey! Kau curang. Kau berlari lebih dulu. Kau mencuri start!" katanya sambil tersengal-sengal.


"Hahaha, yang penting sekarang aku lebih unggul darimu!" kataku sambil tertawa


"Kau baru unggul satu poin! Jangan sombong dulu. Ayo kita mulai tanding lagi!" katanya semangat


"Tunggu, kita sudah lomba lari dan sekarang kita ingin main basket, kan?" tanyaku yang langsung  di jawab dengan anggukan darinya


"Tapi, bagaimana mungkin aku tidak tahu namamu?" kataku lagi


"Oh ya, aku lupa. Maaf. Aku Alex dan aku tahu nama mu. Kau Laurel kan?" katanya


"Alex? Oh oke salam kenal Al..ex" aku terbata saat menyebutkan namanya


"Salam kenal Laurel!" katanya sambil menjulurkan tangannya tanda mengajak bersalaman.


"Bagaimana kau tahu namaku, Al..ex?" lagi-lagi ku terbata.


"Kurasa kau adalah tetangga baruku. Kau anak Mr.Plummer kan? Ayahku yang mencarikan rumah baru untuk kalian." jelas Alex


"Jadi ayahku mengenal ayahmu? Bagaimana bisa aku tidak mengenalmu?" kataku bingung


"Kurasa sekarang kau mengenalku" katanya sambil tersenyum


"Al..ex? Bolehkah aku memanggilmu....um..Al?" tanyaku ragu.


"Al? Umm.. Boleh juga!" katanya

"Okay Al! When will we start our game?" kataku sambil melirik Al.

"Right now!!!" kata Al sambil mulai mendrible bola. 

****

Kami bermain basket sampai sore. Tak terasa matahari telah meninggalkan kami. Aku kalah telak dari Al. Ternyata dia adalah pemain yang hebat.Meskipun aku merasa sangat lelah, aku tidak akan melupakan sore ini. Ya, aku menyukai hari ini tepatnya sore ini. Hari dimana aku bertemu Al, berkenalan dengan Al sampai aku bermain dengan Al. Kurasa hari ini pikiranku dipenuhi oleh Al. Aku bahkan merindukan Al sekarang! Aku tidak tahu pikiran apa ini, atau boleh dikatakan 'rasa' apa ini?  Oh god, what happened with me?

****
Aku sudah siap untuk berangkat ke sekolah. Setelah meminum segelas susu, aku langsung berangkat. Ketika aku sampai di gerbang sekolah, tiba-tiba ada yang menepuk pundakku. Saat itu pun rasanya ada yang bergejolak dihatiku.Siapa lagi kalau bukan Al, ya Al menepuk pundakku! Rasanya aku ingin bersorak tapi aku menahan reaksi aneh itu.

"Hey, Morning El!" katanya tersenyum padaku.

"Morning Al!" kataku membalas dengan senyuman termanisku.

"Kurasa kemarin kau kalah telak. Jadi mulai saat ini kau harus......" kata Al.

"Maksudmu? Harus apa?" kataku memotong pembicaraan Al.

"Harus belajar basket dengan si jagoan ini!" katanya sambil membusungkan dada.

" Huh.. dasar norak!' kataku sambil berjalan meninggalkannya.

"Hahaha, Sorry sorry El! Cuma bercanda kok" katanya sambil mengejarku.
 
"Terserah deh! Aku duluan ya, buru-buru nih. Bye!" kataku sambil berjalan meninggalkannya.

Sampai di kelas, sudah terlihat Za yang sedang mengobrol salah satu teman sekelasku yang belum kukenal. Aku pun menghampirinya.

"Morning Za!" kataku sambil menepuk pundaknya.

"Hey El! Morning, bagaimana keadaanmu?" katanya.

"Aku sudah baikkan kok" aku tersenyum padanya.

"Syukurlah. Oh ya, kau belum kenal dia bukan?" tanyanya padaku.

"Tentu saja belum. Hari pertamaku kuhabiskan di ruang kesehatan sepertinya" jawabku dan mereka semua tertawa

"Benar juga ya, Namamu Laurel kan? Aku Marissa, panggil saja Rissa." kata seorang perempuan yang sedang duduk di depan Za.

"Oh ya, salam kenal Rissa. Kau bisa memanggilku El kalau kau mau" kataku seraya tersenyum.

"Salam kenal juga El" Rissa tersenyum padaku.

****

Siang ini terasa sangat panas. Aku dan Za pulang sekolah dengan jalan kaki. Hari ini Za akan mengerjakan tugas bersama di rumahku. Hari ini aku tidak dijemput karena ayah tidak sempat menjemputku. Ya, seperti biasa dia selalu sibuk dengan pekerjaannya. Kami sangat lelah. Matahari siang ini seperti ingin melahap kami. 

"Huuhhhh aku belum pernah berjalan di siang yang sepanas ini!" katanya sambil menyeka keringatnya.

"Maaf ya Za. Ayahku memang menyebalkan! Seandainya saja dia tidak selalu memikirkan pekerjaan bodohnya, kita tidak akan seperti ini!" kataku merengut.

"Tapi kan dia bekerja juga untuk mu, El" kata Za padaku.

"Aku tahu, tapi dia sampai menelantarkanku demi pekerjaannya!" kataku masih tersungut-sungut.

"Sudahlah, kurasa marah-marah tidak akan membantu kita" kata Za sambil menyeka keringatnya lagi.

Aku hanya bisa menghela napasku. Kurasa panas matahari di tambah kemarahanku membuatku sangat lelah. Aku berjalan semakin lambat. Za sudah berada cukup jauh dariku. Tentunya dia juga merasa sama lelahnya sepertiku tapi karena dia ingin cepat sampai dia berjalan dua kali lebih cepat dariku. Meskipun kami hampir sampai, aku merasa sudah sangat lelah sehingga aku memilih untuk berhenti dan duduk di dekat taman. Rasanya suaraku tidak bisa keluar untuk memanggil Za. Sehingga aku membiarkannya berjalan sendirian ke rumahku. 

"Kelihatannya kau sangat lelah. Minum ini!" terdengar suara seseorang yang menyodorkan sebotol air mineral kepadaku.

"Al? Apa yang kau lakukan disini?" tanyaku heran sambil mengambil dan meminum air yang tadi di berikan olehnya.

"Aku cuma kebetulan lewat sini dan melihatmu" katanya.

Aku melihat pakaian yang di pakainya. Lalu bertanya, "Kemana kau akan pergi? Oh ya, thanks ya minumnya" 

"Ya meskipun aku sudah hebat aku masih harus tetap latihan basket kan? Hahaha" katanya sambil tertawa.

"Kau mau latihan basket disini?" tanyaku.

"Aku tidak mungkin latihan di tempat sepanas ini dan aku juga membutuhkan lawan. Ya kan?" katanya.

"Ya kau benar. Kau juga tidak mungkin menjadikan aku yang payah ini sebagai lawanmu bukan? Hahaha" aku tertawa.

"Ide bagus! Bagaimana kalau kau berlatih dengan ku setiap sore. Tentu saja agar kau menjadi payah lagi dan layak untuk menjadi lawanku!" kata Al serius.

"Ya ya terserah kau sajalah. Aku hampir lupa ada Za di rumahku. Dia pasti sudah tidak sabar menungguku. Bye!" kataku sambil berdiri dan berjalan kearah rumahku.

"Bye!" kata Al yang juga berjalan ke luar daerah perumahan.

Begitu sampai dirumah, aku sudah tidak heran mendengar Za marah-marah padaku. Jelas saja aku berhenti di jalan tanpa memberitahunya dan aku menghilang cukup lama. 

"El, kamu kemana aja sih? Aku tuh disini udah lumutan nungguin kamu! Semua koleksi majalahmu sudah habis kubaca. Masa istirahat saja sampai lama begitu!" omelan Za memekik di kupingku.

"Iya sorry deh. Tadi aku bertemu dengan Al dan mengobrol sebentar dengannya" kataku pada Za

"Al? Siapa dia? Temanmu disini?" tanya Za

"Ya, rumahnya juga berada di perumahan ini. Aku sering bertemu dengannya" aku menjelaskan.

"Oh begitu. Sudah ayo kita kerjakan tugas kita." kata Za sambil membuka tasnya untuk mengambil buku tugasnya.

****

Tugas kami sudah selesai. Saat ini sudah pukul 4 sore. Za sudah siap-siap untuk pulang ke rumah. Kami menuruni tangga. Sepertinya biasa rumahku terlihat sepi. Kami menuju luar. Kami terus membicarakan tugas kami saat Za sedang mengikat tali sepatunya. Tiba-tiba ada suara dari luar yang sepertinya memanggilku. Aku melongok-longokan kepalaku karena orang itu tidak terlihat. Tapi Za melihatnya dan dia terlihat kaget. Aku bingung. Siapa ya orang itu?

To be contionued!
Thanks for reading it!
Write you comment or on my twitter, please!
My twitter? @lilaandari
Thanks :D
http://www.iconspedia.com/uploads/12789365491822702177.png

Streeesssss!

Huuuhhhh.........Hai bloggy! Gue lagi pusing banget nih mikirin UN, ya secara getowh gue udah kelas sembilan u.u Gue bingung ngatur waktu buat main dan belajar. Dan buruknya gue malah kebanyakan main. Gue sekarang tuh rasanya santai tapi takut tapi males. Ahhh! Bingung beudth niicchhh -_-

Oh iya karena itu juga gue jadi jarang nulis guys :(
Makanya gue mau minta maaf kalo Spathode Campanulata-nya belum gue lanjutin, sebenernya ceritanya sih udah ada, tapi nulisnya gak sempet. Kalo buru-buru takutnya malah jadi gak jelas ._.
Jadi entaran dulu aja kali ya :( Kalian juga gak ada yang coment, kan jadinya gue bingung lanjutin aspa enggak.

Oh iya, maaf juga ya kalo blog gue jadi makin abalitut -_-
Gue males nulis dan malah lebih seneng ngedit yang meskipun editannya juga abal sihhh -_-
Tetep visit blog gue yaa -_-v
Kayaknya segini aja deh post gaje kali ini.
Byyyeeee{}




http://www.iconspedia.com/uploads/12789365491822702177.png