"Spathodea Campanulata"

PART 1

Hari baru, kelas baru, sekolah baru, teman baru. Huuhhhh ini menyebalkan! Aku sangat membenci semua ini! Kenapa aku harus pindah kesini! Ayahku yang selalu saja dipindahkan ke berbagai kota menyebabkan semua ini! Dan aku benci semua ini!

****
"Good morning class! I have a good news for you all! So, please listen!" kata Ms.Sandra sembari memerintahkan murid-murid untuk diam.

"C'mon girl, introduce yourself!" perintah Ms. Sandra kepadaku

"Hai, Nama ku Laurel. Aku--" 

Tiba-tiba Ms.Sandra memotong perkenalanku "Cause this is english lesson, speak english please." perintah Ms.Sandra

"Um..okay Miss. Hi all! My name is Laurel. Um..I am a new student here." kataku

"Enough Laurel?" tanya Ms.Sandra yang langsung ku jawab dengan anggukan kepala. 

"Okay, um....please sit down next to Ally in there" kata Ms.Sandra sambil menunjuk kursi yang berada di sebelah jendela. Aku berjalan menuju kesana namun tiba tiba......BRUK!

****
Kepalaku pusing. Sangat pusing. Aku mencoba membuka mataku yang terasa berat. Cahaya lampu yang terang menyilaukan mataku yang masih remang. Aku tidak tahu dimana aku berada saat ini. Aku bingung. Aku sedang berbaring di sebuah ruangan yang  asing bagiku. Aku dibalut dengan selimut putih, aku dikelilingi dinding putih dan ada air minum di sebelah kananku. Ada lemari disudut ruangan.  Dimana aku? Apa yang terjadi dengan ku? Kenapa kepala ku terasa sakit sekali? Siapa yang membawaku kemari? Pertanyaan-pertanyaan yang terngiang di kepala ku membuat ku semakin pusing. Aku mecoba untuk bangun tapi aku merasa terlalu lemah untuk melakukan hal itu. Aku kaget begitu mendengar suara pintu yang terbuka. Aku melihat seorang perempuan dengan tampang keibuan tersenyum padaku.

"Di..mana aku? Dan...si.apa kau?" tanyaku bingung

"Kau ada di ruang kesehatan. Aku suster di sekolah ini. Namaku Claire. Panggil saja Claire" katanya dengan lembut

"Oh hai Claire. Tapi..sebenarnya apa yang terjadi denganku?" tanyaku lagi

"Kau terjatuh di kelas pada saat pelajaran Ms.Sandra. Beni yang membuatmu tersandung dan kepala mu membentur lantai. Ya, Beni selalu begitu" jelasnya.

"Beni? Siapa dia? Kenapa dia begitu? Apakah dia...membenciku?" aku semakin bingung.

"Um...kurasa tidak. Dia memang begitu. Sifat jahilnya yang membuatnya terkenal." kata Claire

"Aduhh..kepalaku.." aku meringis karena tiba tiba aku merasa seperti ada ribuan serangga yang menyengat kepalaku.

"Sepertinya hari pertamamu ini kurang menyenangkan. Kurasa kepalaku terbentur cukup keras. Minum ini" katanya sambil meyodorkan segelas air putih.

"Bagaimana kau tahu..kalau ini hari pertamaku, Claire? tanyaku

"Pertama, karena kau tidak mengenalku dan kedua, karena aku tidak mengenalmu." katanya sambil tertawa

"Oh iya. Aku Laurel. Kau bisa memanggilku El, Claire." kataku sambil tersenyum padanya.

"Laurel? Nama yang unik El haha." Claire tertawa lagi

"Haha aku juga tidak tahu kenapa ayah dan ibuku menamakanku begitu." aku ikut tertawa

"By the way, bagaimana keadaan mu? Sudah membaik huh? Atau bertambah buruk karena tertawa bersamaku? Hahaha" Claire semakin terbahak.

"Tidak tidak Claire. Aku semakin membaik karenamu" kataku

"Hey, apakah itu bualan? Atau rayuan? " Kata Claire dan kami berdua pun terbahak.

****
Aku kembali ke kelas dibantu oleh Claire. Sebenarnya dia menyuruhku untuk pulang. Tapi aku menolak. Aku pasti akan merasa bosan. Ayah dan Ibuku tak akan berada di rumah saat ini.

"Excusme, Mr.Grumpy. Aku ingin mengantar El ke tempat dia duduk" kata Claire dengan sopan.

"Wah sepertinya anak baru ini sangat manja. Hanya berjalan saja harus di bantu. Payah! Siapa namanya? El? Hahaha! Nama macam apa itu?" gerutu Mr.Grumpy

"Laurel, Mister" kataku sedikit kesal

Aku yang tadinya terheran bertemu dengan orang yang bernama "Grumpy" kini merasa tidak heran. Grumpy adalah nama yang sanggat cocok untuk orang seperti dia. Kini, tubuhku sempoyongan. Kalau Claire tidak membantuku, apa yang akan terjadi denganku? Menyebalkan! Dia juga mengkritik namaku. Apa sih yang salah dengan otaknya? Mungkin isinya hanya gumpalan kata-kata menyebalkan. Karena ejekannya aku berusaha melepas tangan Claire yang menggenggam bahuku. Aku berusaha berdiri sendiri.

"Kau yakin El? Tubuhmu masih sangat lemah!" kata Claire

"Aku bukan anak manja, Claire!" kataku pada Claire sambil menatap Mr.Grumpy dengan tajam

"Oke, hati hati El!" Claire mengingatkanku

Claire melepaskan tangannya. Aku berdiri dan hampir saja terjatuh. Namun, aku menyeimbangkan diriku. Aku berjalan menuju tas ku berada. Di meja yang berada di samping jendela. Aku duduk di sebelah anak perempuan yang tadi Ms.Sandra sebutkan. Aku lupa tepatnya. Kalau tidak salah.....namanya Aley? Aku lupa. 
Pelajaran Mr.Grumpy terus berlangsung. Aku tidak bisa konsentrasi. Kepalaku masih sedikit pusing. Ditambah dengan pelajaran yang paling kubenci. Sejarah. Huhhhh, melelahkan. Ketika bel berbunyi aku merasa lega. Tiba-tiba teman sebangku ku menyapa

"Hai Laurel! Bagaimana keadaan mu? Sudah baikan? Ya, Beni memang raja jahil." kata perempuan di sampingku.

"Ya, aku sudah baikan. By the way, siapa namamu?" tanyaku.

"Namaku Ally Zativa Zahreani. Teman teman biasa memanggilku Ally atau Tiva tapi terserah padamu mau memanggil apa." katanya

"Ally Zativ.. siapa? Nama yang unik. Bagaimana kalau Za? Panggilan yang keren bukan? Hahaha." kataku sambil tertawa

"Sudahlah, kurasa nama panjangku yang aneh itu tidak penting, Laurel. Za? Hahaha dapat nama keren itu dari mana?" Za juga tertawa

"Aneh? Siapa bilang? Nama itu keren kok,Za! Hahaha" Kami terus tertawa

"Hey, Laurel juga nama yang keren. By the way, tadi Claire memanggilmu apa? El? Aku boleh memanggilmu El?" tanya Za

"Tentu saja!" kataku senang

****
Aku merasa cocok dengan Za. Dia seru dan asik. Obrolan kami terus terjadi sampai akhirnya bel berbunyi. Za mengajakku mengambil buku di loker. Dan ternyata loker ku dan Za bersebrangan. Aku nomor 12 dan Za nomor 11. Tepat di depanku. Sedangkan loker di samping ku milik seorang cowok yang tinggi, bermata coklat, dan berambut hitam kecoklatan. Dia menggunakan pakaian yang santai tapi sopan. Aku memperhatikannya beberapa saat sampai dia menutup lokernya dan menyadari aku sedang memandangnya. Aku kaget dan langsung menutup loker ku dan mengajak Za kembali ke kelas. Aku dan Za berjalan melewati lorong menuju ruang lab. Tiba-tiba lelaki yang sedari tadi ku perhatikan berjalan menyenggolku dan buku biologi ku terjatuh. Dia kaget dan seperti sedang terburu-buru.

"Oh, sorry! Aku tidak sengaja. Aku buru buru." katanya sambil membantuku mengambil buku.

"Oh, no problem. Kalau kau buru-buru...um.. tidak usah repot membantuku. I'm..okay." kataku sedikit gugup.

"Ya! Sudah sana pergi! Jangan ganggu El! Aku tahu apa maksudmu Alex!" kata Za dengan galak.

Aku tersontak. Alex....? Nama lelaki ini Alex? Seketika itu aku pingsan.

****

To be Continued
Thanks for reading it!
Write your comment in here or my twitter, please!
My twitter? @lilaandari
Thanks :D













0 comments:



Post a Comment