A beautiful place to watch sunrise...Bukit Sikunir!


Suhu dingin yang menggigit, seakan tak dihiraukan para wisatawa. Mereka rela berjalan sambil menggigil, menuju puncak Bukit Sikunir.

Berkunjung ke daratan tinggi Dieng, gak akan lengkap kalo kita nggak mendaki Bukit Sikunir. Bukit ini berada di Desa Sambungan, dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Ssst, Desa Sembungan ini desa yang tertinggi di Jawa loh.

Apa yang dicari di puncak bukit itu? Matahari terbit!

Kira-kira pukul 04.00-04.30 WIB, para pendaki udah mulai bergerak. Saat itu hari masih gelap dan pastinya dingin beudh. Semuanya harus kudu wajib bawa senter. Mereka juga pake baju rangkap, sweater, jaket, topi, syal dan sarung tangan. Maklumlah, suhu di puncak bukit itu kira-kira 5 derajat celcius. Brr...!
Menembus gelapnya hari 

Proses pendakian dimulai dari lereng bukit. Kendaraan pengunjung di parkir di sana. Dari lereng itu, pendakian membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Uppss, mendaki bukit dengan ketinggian sekitar 2.500 Mdpl (meter di atas permukaan laut) ini lumayan juga loh! Selain capeknya yang setengah mati, kita harus melawan suhu udara yang dinginnya juga setengah mati!

Setiba di puncak bukit, tak sedikit pengunjung yang menggigil. Kalau beruntung, di puncak ada penjual minuman hangat yang sudah menunggu.






Tak lama menunggu langit mulai berubah warna. Langit yang gelap, perlahan-lahan mulai memerah. Sedikit-sedikit matahari mulai menampakkan diri. Saati itu kira-kita pukul 5.30 WIB. Indaaaahh sekali! Para pengunjung, tak ada yang menyia-nyiakan kesempatan mengabadikannya. Seiring munculnya sang surya, suhu udara mulai semakin menghangat.

Sementara wisatawan sedang menikmati hangatnya mentari pagi *aseeeek* di lereng bukit, petani mulai sibuk.  Mereka sudah siap bekerja di ladang. Ladang-ladang di sekitar Bukit Sikunir, hampir semuanya ditanami kentang. Dieng memang dikenal sebagai salah stau penghasil kentang terbaik di Indonesia. Tak heran, kalo sebagian kentang itu di ekspor juga.
Kebun Kentang? Ini nih!

Saat matahari semakin tinggi, pengunjung pun mulai menuruni bukit. Setibanya di lereng, tampaklah telaga yang indah. Telaga Cebong, namanya. Menurut masyarakat setempat, bentuk telaga ini mirip dengan kecebong atau berudu. Para pengunjung pun kembali siap dengan kameranya. Keindahan Telaga Cebong pun segera di abadikan!
What the?! Ini keren bangeeet!

Ada yang tertarik ke Bukit Sikunir? Ajak-ajak gue yaaa!!!

Sumber: Majalah Bobo


0 comments:



Post a Comment