Nekat! Benar-benar penuh keberanian atlet asal Austria ini!
Bayangkan, dia berhasil terjun dari langit di ketinggian sekitar 38,7
km.
Baumgar memulai langkah pertamanya dengan naik balon udara lalu terbang tinggi ke atmosfer meninggalkan tempat peluncuran di Roswell, New Mexico, Amerika Serikat.
Balon udara menuju ketinggian 38,6 km dari permukaan air laut. Setelah sampai di langit, Baumgartner terjun kembali mencapai permukaan Bumi! Wow!!!
Penerjunan itu ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit. Setengah dari perjalanan itu ditempuh dengan gerak jatuh bebas berkecepatan 1.110 km/jam alias menembus kecepatan suara. Setelahnya, parasut terbuka.
Rekor dunia pun berhasil ditembus! Bahkan ia mampu melewati tiga rekor dunia, pertama adalah menjadi manusia pertama yang bergerak hingga menembus kecepatan suara tanpa bantuan alat apa pun. Otomatis, ia juga menjadi penerjun dengan kecepatan tertinggi.
Baumgartner merencanakan lompatan yang lebih tinggi dari ketinggian 125.000 kaki pada bulan berikutnya.
Ruang angkasa secara umum mulai dari ketinggian 62 mil atau 327.000 kaki. Menurut tim resminya, untuk mencapai tujuan ini, Baumgartner melakukan latihan yang teratur. Ia telah menyelesaikan sebuah lompatan dari 71.581 kaki pada Maret lalu. Sebelum itu, skydiving tertinggi yang pernah ia lakukan yaitu dari ketinggian 30.000 kaki.
Lompatan sukses yang dilakukannya semakin dekat dengan rekor skydiving tertinggi saat ini, yaitu 102.800 kaki. Aksi lompatan di udara ini dilakukan Kapten Angkatan Udara Amerika Serikat, Kapten Joe Kittinger pada 1960. Kittinger sendiri merupakan penasihat untuk misi Red Stratos Bull Baumgartner.
Baumgartner tidak menganggap enteng aksi ekstremnya. "Tekanan sangat besar, dan kita tidak hanya harus bertahan tapi melampauinya," kata Baumgartner kepada ABC News seperti dilansir Marshable.
"Kami mempersiapkan dengan sangat baik, tapi ini tidak akan pernah menjadi hari yang menyenangkan. Meskipun, saya mempertaruhkan hidup saya," ujarnya.
Balon Baumgartner yang berisi helium meluncur dari Roswell, New Mexico. Balon ini membutuhkan sekitar 90 menit untuk mencapai ketinggian lompatan yang diinginkan.
Baumgartner dan timnya berharap dapat melompati rekornya pada 2010. Tapi, upaya mereka tertunda oleh gugatan hukum yang mengklaim bahwa ide penerjunan itu sebelumnya telah diusulkan untuk Red Bull oleh promotor California, Daniel Hogan. Gugatan tersebut diselesaikan di luar pengadilan. Misi Red Bull Stratos akhirnya berlanjut.
Rekor lain, Baumgartner juga menjadi penerjun dengan titik penerjunan tertinggi. Rekor titik terjun tertinggi dipegang oleh Joe Kittinger dari US Air Force yang terjun dari ketinggian 31,3 km dari permukaan laut.
Wah, wah, hebat sekali ya, Baumgartner! Hmm, siapa yang mau memecahkan rekor selanjutnya?
Sumber: kidnesia.com & news.viva.co.id











0 comments:
Post a Comment